Tinggalkan Tizen, Smasung Galaxy Watch4 Series Bakal Pakai Wear OS

Tinggalkan Tizen, Smasung Galaxy Watch4 Series Bakal Pakai Wear OS

Droidmagz.com – Beberapa bulan lalu, beredar kabar yang menyebut bahwa Samsung akan meninggalkan Tizen OS pada produk wearable terbarunya.

Rumor mengenai Samsung Galaxy Watch Generasi 4 yang bakal menggunakan wear OS memang sedang menjadi topik hangat dalam beberapa hari ini. Bagaimana tidak, Tizen OS merupakan hasil dari kerja keras Samsung selama beberapa tahun terakhir yang diharapkan dapat menyaingi kepopuleran Android.

Sekarang, kabar terbaru kembali muncul prihal tanggal peluncuran Jam tangan pintar terbaru Samsung tersebut. Dikabarkan, Galaxy Watch4 dan Galaxy Watch Active4 akan memulai debut perdana-nya pada Q2 tahun 2021 ini. Bahkan beberapa bocoran mengenai spesifikasi keduanya juga sudah mulai terungkap.

Beberapa waktu lalu, Max Weinbach dari AndroidPolice telah menemukan sebuah refrensi untuk perangkat TWS dan Galaxy Wearable terbaru Samsung. Pada kesempatan yang sama, dirinya bahkan melihat beberapa detail mengenai spesifikasi dari Galaxy Watch4 yang kemudian dia bagikan di Twitter.

Menurut temuan Max, Galaxy Watch4 dan Galaxy Watch Active4 akan memiliki nama kode Fresh dan Wise. Kedua perangkat tersebut nantinya akan tersedia dalam dua ukuran, serta dua pilihan varian antara Bluetooth dan seluler.

Lihat Juga :   Samsung Galaxy M51 Meluncur di Indonesia, Bawa Baterai 7.000 mAh
ModelSamsung Galaxy Watch4Samsung Galaxy Watch Active4
Ukuran41mm, 45mm40mm, 44mm
VarianBluetooth, SelulerBluetooth, Seluler

Max juga menemukan plugin baru dengan kode nama ‘water’ pada APK file Galaxy Wearable terbaru. Kode tersebut mengarah pada kompatibilitas Samsung untuk Wear OS Google, selain itu juga ditemukan refrensi ‘newos’ pada file tersebut. Berdasarkan temuan tersebut, semakin jelas arah persiapan Samsung untuk meluncurkan Galaxy Watch4 dengan dukungan sistem operasi Wear OS milik Google.

Kami sendiri tidak terlalu yakin tentang alasan Samsung rela meninggalkan Tizen OS, dan malah beralih ke Wear OS milik Google. Mungkin karena kurangnya dukungan aplikasi pihak ke tiga pada Tizen, atau ada alasan lainnya?

Penjualan perangkat wearable Samsung memang tengah meningkat pesan, bisa jadi ini merupakan strategi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan tersebut dengan mengambil jalur ‘Aman’ dengan menggunakan Wear OS.