Apa Itu Penyimpanan UFS 3.0, Serta Apa Kelebihannya?

Apa Itu Penyimpanan UFS 3.0, Serta Apa Kelebihannya?

Perkembangan industri ponsel terus menghadirkan berbagai teknologi baru setiap tahunnya. Awal tahun lalu kita diperkenalkan chipset dengan fabrikasi 7nm untuk ponsel, tahun ini kita bakal disuguhkan dengan teknologi penyimpanan super cepat bernama UFS 3.0 (Universal Flash Storage).

Teknologi penyimpanan UFS 3.0 sendiri sebenarnya sudah diperkenalkan lebih dari satu tahun lalu oleh JEDEC. Sedikit informasi, JEDEC merupakan singkatan dari Joint Electron Device Engineering Council yang mana merupakan sebuah organisasi pengembang standar teknologi UFS dan industri mikroelektronika. Setelah menunggu cukup lama, barulah di tahun ini banyak produsen smartphone yang menghadirkan teknologi UFS ini ke dalam jajaran produk andalannya.

Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas mengenai teknologi penyimpanan UFS 3.0 ini beserta kelebihannya dibanding teknologi penyimpanan lainnya.

Apa itu Penyimpanan UFS 3.0?

Pada umumnya kita lebih familiar dengan chip penyimpanan eMMC. Yap, UFS memang merupakan versi pengembangan dari penyimpanan model lama tersebut. Jika bisa kita gambarkan, mungkin eMMC mirip dengan HDD komputer sedangkan UFS merupakan versi SSD nya. Teknologi ini tercatat hadir pertama kali pada ponsel Samsung Galaxy S6, yang mana diluncurkan pada tahun 2015 dengan UFS versi 2.0.

Teknologi Penyimpanan UFS 3.0 Samsung

Teknologi UFS 3.0 sendiri pada dasarnya merupakan penggabungan dari high-density memori NAND terbaru, untuk dukungan interkoneksi cerdas antara chipset dan penyimpanan internal ponsel. Dengan dukungan tersebut, berbagai tugas yang dijalankan prosesor dan sistem dapat berjalan lebih cepat.

Lihat Juga :   Mengenal Wi-Fi Direct Berikut Fungsi Dan Cara Menggunakannya

Penyimpanan jenis ini mampu bekerja dengan bandwidth dua kali lebih cepat, namun tetap dengan konsumsi daya sangat rendah. Hebatnya lagi, penyimpanan jenis ini mampu bertahan pada suhu cukup ekstrim (kisaran (-40°C hingga 105°C). Tidak heran teknologi ini juga banyak di aplikasikan pada industri otomotif, terutama untuk kebutuhan penyimpanan sistem mobil pintar saat ini.

Fitur unggulan lainnya dari Teknologi UFS 3.0 ini adalah dukungan akses pada beberapa partisi sekaligus hanya dengan beberapa kunci RPMB. RPMB (Replay Protected Memory Block) adalah partisi penyimpanan yang digunakan untuk menyimpan data penting seperti informasi pengguna, kunci proteksi DRM, dll.

UFS dibandingkan eMMC 5.1?

Sebelumnya eMMC merupakan chip penyimpanan paling praktis untuk berbagai perangkat elektronik, seperti ponsel, tablet, GPS, dan berbagai perangkat komputasi mobile lainnya. Kemudian muncul penyimpanan UFS, yang mana menawarkan kemampuan lebih canggih dibanding media penyimpanan eMMC.

Perbandingan UFS dan eMMC
Perbandingan UFS dan eMMC

Beberapa kelebihan Penyimpanan UFS dibandingkan eMMC :

  • Kecepatan membaca lebih cepat, baik secara berurutan maupun secara acak.
  • Kecepatan menulis lebih cepat, baik secara berurutan maupun secara acak.
  • Berbagai perintah dapat diatasi pada saat yang sama dan urutan tugas dapat diubah sesuai dengan itu.
  • Eksekusi perintah dapat dijalankan secara bersamaan, dan urutan tugas dapat diubah sesuai keperluan sistem tanpa harus menunggu proses selesai/berhenti terlebih dahulu.
Lihat Juga :   Berkenalan dengan Sistem Operasi Android GO

UFS 3.0 vs UFS 2.1 Perbedaan Kecepatan

Secara teori, kecepatan keduanya memiliki perbedaan hingga dua kali lipat. Pada teknologi penyimpanan UFS 2.1, bandwidth transfer yang ditawarkan dapat mencapai 11,6 Gbs per jalur. Dan karena terdapat dua jalur dalam saluran memori, di atas kertas berarti kita bakal mendapat kecepatan tertinggi di angka 23,2 Gbps. Namun dari implementasi di lapangan, kita hanya akan mendapat kecepatan rata – rata di angka 15 Gbps (1,875 GB/s).

Perbandingan Bandwidth UFS
Perbandingan UFS 1.0, UFS 2.0, UFS 3.0

Perlu di catat, angka tersebut dapat berubah karena pengaruh berbagai faktor pendukung lain (chipset, os, dan hingga konfigurasi OEM). Selain itu, kecepatan juga dapat dipengaruhi oleh beban kerja aplikasi yang dijalankan akibat fitur tambahan bernama QoS (Quality of Service) di dalamnya.

 QoS sendiri memiliki fungsi cukup kompleks dalam sebuah sistem smartphone. Salah satunya adalah untuk mengatur konsumsi daya perangkat, serta menjaga suhu chip penyimpanan pada kondisi maksimal. Dengan begitu, kalian tidak akan lagi merasakan kinerja ponsel menurun akibat suhu ponsel meningkat atau daya baterai yang terlalu rendah.

Lihat Juga :   Mengenal Teknologi LDAC Yang Akan Hadir di Android O

Bandingkan ponsel dengan penyimpanan UFS 3.0?

Perangkat dengan jenis penyimpanan UFS 3.0 saat ini sudah cukup banyak beredar di pasaran. Kita akan mengambil contoh dari dua ponsel flagship berbeda merek, OnePlus 7 Pro dan Samsung Galaxy Note 10. Seberapa besar perbedaan-nya, coba lihat gambar di bawah ini.

Perbandingan keceptan memori OnePlus 7 Pro dan Galaxy Note 10
Perbandingan kecepatan OnePlus 7 Pro & Galaxy Note 10

Teknologi penyimpanan UFS 3.0 terasa lebih cepat ketika digunakan untuk proses membaca atau menulis file dengan ukuran besar, baik dari atau ke dalam penyimpanan internal ponsel. Kasus seperti ini umumnya dapat kita temukan ketika pemasangan game, atau proses transfer file atau folder di dalam ponsel.

Harap di ingat, tidak semua ponsel dengan penyimpanan UFS 3.0 memiliki kecepatan sama. Seperti yang sudah kami tegaskan di atas, banyak faktor yang mempengaruhi kecepatan tersebut.

Penyimpanan UFS 3.0 vs UFS 3.1

JEDEC juga baru saja menerbitkan standar baru teknologi penyimpanan bernama UFS 3.1. Teknologi tersebut menawarkan kapasitas penyimpanan lebih tinggi, lebih murah, dan mengkonsumsi daya lebih rendah. Serta beberapa fitur baru seperti, Deep sleep, Write booster, dan Host performance booster yang mana merupakan teknologi milik SSD M2. Untuk jelasnya, kita akan membahas teknologi ini di artikel selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.